penggunaan tagged posts

Efek Dari Penggunaan Pil Ekstasi

Apabila dosis itu gak bisa tercapai, misalnya kalau seseorang berhenti memakai ekstasi, ia akan mengalami efek putus obat atau sakau. Dari awal pemakaian hingga seseorang mengalami ketergantungan ekstasi, obat terlarang ini menghasilkan memberikan efek samping bagi kesehatan fisik dan mental, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Gejala putus obat yang dapat dirasakan antara lain gelisah, bingung, lelah, sulit tidur, hingga depresi berat.

Rasa tidak nyaman inilah yg bisa membuat orang mau terus menggunakan ekstasi hingga akhirnya mengalami overdosis. Sedikit pemakai ekstasi yang hasilnya meninggal dunia karena terlalu melimpah minum akibat rasa haus yang amat sangat.

Sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan wapat karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang amat sangat. Tergolong jenis zat psikotropika, dan biasanya diproduksi secara illegitimate di laboratorium dan dicipta dalam bentuk tablet dan kapsul. “Mengonsumsi beberapa butir pil ekstasi akan meningkatkan konsentrasi zat berbahaya dalam darah dan ini dapat berbahaya. Hal ini karena minum satu pil saja konsentrasi MDMA dalam darah terus meningkat selama five jam, ” kata Dr . Rod Irvine, ketua penelitian ini. Penelitian dilakukan kepada 56 orang yang sudah pernah mengonsumsi ekstasi sedikitnya a few kali sebelumnya. Para peneliti lalu mengumpulkan contoh pil dan mengukur kadar ECSTASY, zat kimia dalam ekstasi dari contoh darah para responden tiap 5 jam pasca mereka menenggak ekstasi.

Kompas. com – Pada balik kenikmatan sesaat dalam ditawarkan pil ekstasi siapa sangka dampak kerusakan otak sudah mengancam. Peneliti dari Sydney bahkan menemukan pil ekstasi sering dicampur dengan seluruh jenis obat lain sehingga dampak kerusakannya lebih buruk. Beberapa jam setelah orang mengonsumsi ekstasi akan dihasilkan penurunan kemampuan mental yang signifikan, terutama mempengaruhi memori dan bisa bertahan sehingga seminggu. Kondisi ini berbahaya jika seseorang melakukan kegiatan kompleks seperti menyetir. Saat seseorang sudah menggunakan ekstasi dalam jangka lama, ia akan membutuhkan dosis dalam semakin tinggi untuk sampai pada rasa bahagia yang diinginkan.

Kadar MDMA yang terlalu tinggi akan menyebabkan kerusakan caractère otak dalam hewan percobaan. Meski begitu seluruh responden dalam penelitian ini gak dilaporkan mengalami gangguan kesehatan. Penelitian terbaru ini menyebutkan para pengguna ekstasi berpontensi lebih besar mengalami kerusakan otak. “Penelitian tersebut mengecek toksisitas pada manusia ataupun hewan percobaan menggunakan obat tunggal. Tentu dampaknya bertambah parah jika obatnya sudah dicampur dengan berbagai obat lain, ” kata Doctor. Thomas Newton, profesor dari Baylor College of Medicine. Terlebih jika seseorang mengalami overdosis akibat obat terkait maka akan timbul gejala tekanan darah tinggi, memperburuk efek racun kardiovaskular, pingsan, serangan panik, dan pada kasus berat mengakibatkan kehilangan kesadaran serta kejang.

Read More